Iklan

REDAKSI 01
Selasa, 22 Maret 2022, Maret 22, 2022 WIB
Last Updated 2024-03-24T15:37:18Z
INDEKS ARTIKELMATARAMPERISTIWA

DPC Organda Minta Gubernur NTB Untuk Copot Kadishub NTB

Organda
Ketua  DPC Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) kabupaten Lombok Tengah Basyir meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan NTB Ahmad Faozal Mundur serta meminta kepada Gubernur NTB agar segera Copot Kadishub NTB karena dianggap tidak mampu bekerja bersinergi.


MATARAM,  - Ketua  DPC Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) kabupaten Lombok Tengah Basyir meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan NTB Ahmad Faozal Mundur serta meminta kepada Gubernur NTB agar segera Copot Kadishub NTB karena dianggap tidak mampu bekerja bersinergi.


"Kalau sudah gak mampu Mundur aja, atau bila perlu Pak Gubernur Dr Zulkiflimansyah Copot saja Kadishub nya,"ungkap Ketua DPC Organda Kabupaten Lombok Tengah Basyir, saat Konferensi Pers di kantor DPD Organda NTB, (21/03)


Basyir mengklaim Kadis Perhubungan NTB bekerja single dalam mengurus transportasi pada event motoGP ini. Dia menganggap Kadishub tidak melakukan koordinasi dengan Organda pada saat menjelang MotoGP, terbukti pengadaan sejumlah kendaraan yang menunjang MotoGP ini tidak dilibatkan, dan memutuskan sendiri. Disamping itu setahu kami hanya kurang lebih 300 unit Angkutan Sewa Khusus (ASK) yang mengikuti Ramcek untuk dikeluarkan Sticker. Akan tetapi Dishub mengeluarkan seribu lebih Stiker yang diberikan kepada kendaraan ASK yang tidak melalui Ramcek.


"Kami menduga ada yang tidak beres disini, karena ASK dari ORGANDA diberikan stiker bila sudah Ramcek, tetapi ternyata ada ribuan ASK yang tidak Ramcek terapi mendapat stiker, dan yang bisa ngeluarin stiker Dishub,"ungkapnya.


Ini merupakan pembuktian bahwa dengan terlantarnya 65 unit ASK yang melapor belum dibayar Astindo merupakan bukti bahwa Dishub menyiapkan kendaraan tanpa koordinasi dengan Organda.


"Kami tidak tahu awalnya ada sekian banyak ASK di luar yang teregister di Organda, dan baru kami tahu ketika ada masalah. Oleh karenanya Dishub harus bertanggung jawab dengan masalah ini, dan setelah itu copot saja Kadisnya,"ungkap Basyir.


Pertanyaan kami Lanjut Ketua DPC Lombok Tengah ini, Kenapa ASK lain bisa masuk tanpa melalui Ramcek..? Mobil  Siapa yang di pesan/sewa hingga ribuan ASK.?dan Kenapa Organda tidak dilibatkan.?


"Saya menganggap ini pekerjaan Pak Kadishub, sehingga wajib bertanggung jawab,"jelas Basyir.


Ketidakmampuan Kadishub NTB ini juga dibuktikan oleh kemacetan yang sangat panjang pada hari terakhir MotoGP yang mengakibatkan terlantarnya para penonton karena terlalu lama menunggu kendaraan untuk pulang.


"Ini merupakan Keteledoran dari Dishub NTB, oleh karena itu kami minta diberhentikan saja jafi Kepala,"pungkas Basyir.


Senada dengan Tahir Royaldi Ketua DPC Lombok Timur yang meminta kepada Gubernur NTB agar segera Mencopot Kepala Dishub.


Tahir menceritakan bahwa sebelum perhelatan Moto GP bahkan masih hitungan bulan dilaksanakan, Kadishub hampir setiap saat rapat, nelpon dan lainnya dengan kami Organda bahkan dibilang tiap hari rapat dengan kami. Tetapi pada saat mau dekat-dekat motoGP hilang rapat dan koordinasi itu sudah hampir tidak pernah. 


"Maka kalau merasa tidak mampu, segera mundur dari Kadishub NTB, dan meminta kepada Gubernur agar segera menggantikan Kadis tersebut,"pungkas Tahir.(gl 02)