GlobalLombok, Lombok Tengah - Maraknya aksi kritik dan sorotan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto yaitu MBG di Lombok Tengah memicu Plt Ketua KNPI Loteng, Lalu Abdul Wazir angkat bicara.
Kepada media ini, dia mengatakan kritikan yang diberikan beberapa orang maupun organisasi terhadap program ini perlu diberikan pemahaman agar tidak salah faham dan tidak selalu mencari kesalahan dari pelaksanaan program ini.
"Saya tidak menyalahkan yang mengkritik, tapi perlu diberikan pemahaman terhadap program ini," ungkapnya.
Dikatakan, program Makan Bergizi Gratis merupakan program makan siang gratis Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dirancang dengan tujuan untuk membangun sumber daya unggul, menurunkan angka stunting, menurunkan angka kemiskinan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Saat ini program tersebut sudah berjalan dan Alhamdulillah lancar, walaupun secara bertahap tapi tetap dikatakan berhasil," lanjutnya.
Mengenai adanya kekurangan dalam pelaksanaan program ini, dia mengatakan wajar saja karena memang baru saja dimulai dan tentunya tidak lepas dari kekurangan. Namun hal itu tidak lantas menjadikan pelaksanaan program ini salah sepenuhnya.
Abdul Wazir sendiri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintahan bapak Prabowo Subianto atas realisasi program makan siang gratis tersebut.
Menurutnya, program ini adalah program yang sangat bagus dan menjamin, walaupun kemungkinan dalam pelaksanaannya terdapat adanya permasalahan sedikit.
"Tapi kita harus optimis karena program ini baru berjalan, jadi wajar ada kendala atau permasalahan," ujarnya.
Dia mengatakan semua pihak harus mendukung program tersebut.
"Jangan sedikit-sedikit dipermasalahkan, karena ini baru pertama diluncurkan jadi kita harus support dan mendukung niat baik dari pemerintah," tegasnya lagi.
Dengan adanya program makan siang gratis ini, para orang tua siswa tidak lagi hawatir tentang gizi dan pertumbuhan anak-anak nya. Apalagi terkait dengan sumber daya manusia, sehingga kedepannya akan terbentuk anak-anak yang unggul dan sehat.
"Terlebih lagi terhadap ibu-ibu hamil, ibu menyusui, balita dan kelompok rentan lainnya. Sehingga dengan adanya program tersebut mereka tidak hawatir lagi karena gizi mereka sudah terjamin aman," tandasnya. (gl02)
Komentar0