Iklan

REDAKSI 01
Kamis, 31 Maret 2022, Maret 31, 2022 WIB
Last Updated 2024-03-24T15:37:18Z
INDEKS ARTIKELMATARAMPERISTIWA

Irfan:Minta Kapolda NTB Dan Kapolri Hentikan Tindakan Represif Dalam Proses Penyidikan

Kapolda NTB
dr. irpan suryadiata, s.hi.mh laporan polda ntb ke kompolnas
MATARAM, - Law Officce Indonesia Society ( Kantor Hukum Masyarakat Indonesia) selaku Kuasa Hukum Muhammad Rusriadin dalam perkara di Pengadilan Negeri Mataram No.764/Pid.sus/2020/PN.Mtr., DR. Irfan Suriadiata, S.Hi.MH menyampaikan keterangan ke beberapa media online di kantornya  terkait  adanya beberapa hal yang menyangkut kliennya (30-3-2022)

Kata Diresnarkoba Polda NTB di media bahwa kasus kliennya sudah tahap dua. Ya...silakan dipanggil klien kami dengan cara patut, pasti dia datang, asalkan tidak ada ancaman atau intimidasi, kata Dr. Irfan

Dimana secara masif klien kami diberitakan dan dikatakan sebagai  bandar Narkoba besar di beberapa media dan Itu semua bohong, yang benar klien kami divonis bersalah oleh PN sebagai pemakai, tegas Irfan

Hasil putusan  dari Pengadilan Negeri (28-12-2022) dikuatkan lagi dengan putusan MA (6-10-2021) dan inkrah bahwa klien kami hanya seorang pemakai dan barang buktinya hanya 0,27 gram, bukan seorang pengedar dan bukan seorang bandar besar. Apa iya...dengan barang bukti 0.27 gram seseorang bisa dikatakan sebagai pengedar dan bandar besar dan juga dikenakan UU TPPU??? Ini aneh, ujarnya

Irpan mengatakan ia bersama rekan-rekannya sudah bersurat untuk melaporkan kepada KOMPOLNAS dan telah mendapatkan balasannya.

“Kita sudah mendapat balasan surat dari KOMPOLNAS dan KOMPOLNAS dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dr. Irpan selaku kuasa hukum Muhammad Rusriadin menuturkan terkait kliennya dimana saat ini sedang shock atas tindakan yang diterimanya.

“Ini saya sampaikan apa yg dinyatakan klien saya dan sebelumnya klien saya sudah menyampaikan melalui media apa yang dia alami dan dirasakan dalam bentuk rekaman,”

"Irpan berharap Kapolda NTB dan Kapolri untuk mengehentikan tindakan Represif dalam proses penyidikan dan kita harus bersama-sama menghargai putusan pengadilan itu sehingga bagaimana ceritanya ada penetapan status baru lagi yang di luar berdasarkan putusan pengadilan tersebut sehingga jangan sampai nanti aparat penegak hukum ini sewenang-wenang terhadap penetapan tersangka kepada klien kami tegasnya.(gl 02)