Iklan

REDAKSI 01
Sabtu, 05 Februari 2022, Februari 05, 2022 WIB
Last Updated 2023-01-06T08:58:02Z
MATARAMRSUD NTB

dr. Jack : Pemerintah Siap Layani 100 Ribu Penonton, Masyarakat Manfaatkan Event Ini

Direktur RSU Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Herman Mahaputra

MATARAM , - Event MotoGP yang akan dilaksanakan beberapa bulan lagi membuat Direktur RSUD NTB dr. Jack Mengulas keberadaan arena motoGP Mandalika yang mengatakan sebuah anugerah dan mukjizat untuk NTB khususnya dan Indonesia umumnya.


"Bagaimana tidak, tak ada yang menyangka, bahkan tak terbayang sedikitpun, dalam situasi terpuruk, NTB mampu mewujudkan sebuah mimpi,” hal itu dikatakan dr.jack Jumat, 4,/2/2022.


Dokter muda yang juga menjabat Direktur Utama RSUP NTB tersebut lebih jauh mengulas  bahwa Sekitar 100 ribu penonton motoGP Mandalika dari seluruh  penjuru dunia akan memenuhi Pulau Lombok.


“Bapak Presiden menargetkan 100 ribu penonton, sementara fasilitas penginapan yang tersedia belum mencukupi." Ujarnya.


Kita tak bisa bayangkan kalau ada yang terpapar covid yang tak bergejala. Kalau yang sehat tidak terlalu membingungkan. Bagaimana dengan yang sakit, atau terpapar covid, kita mau taruh dimana jika kita tidak bersatu padu mempersiapkan diri. Ayolah sadar masyarakat NTB, kita sedang bersiap menyongsong perubahan, buanglah ego, jangan bikin keributan, lebih baik persiapkan lingkungan sosial, siapkan rumah kita untuk disewakan agar lebih layak. MotoGP ini adalah peluang emas jangan disia-siakan kesempatan hanya datang satu kali,”imbaunya.


“Masyarakat harus jeli melihat peluang, peluang paling kecil adalah penyiapan fasilitas kamar mandi dan WC, itu juga cukup menjanjikan. Oleh sebab itu perindahlah lingkungan sosial kita. Rapikan fasilitas yang ada. Itu akan mendatangkan berkah”, sarannya.


Terkait fasilitas isolasi mengantisipasi paparan Pandemi, Direktur RSU Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Herman Mahaputra, mengatakan, NTB perlu menambah persiapan rumah isolasi dengan memanfaatkan bangunan bangunan pemerintah yang kosong, termasuk ex rumah dinas.


“Yang mengkhawatirkan adanya tamu terpapar covid tanpa gejala, sehingga tim Saber juga butuh tambahan personil. Kami tidak berharap munculnya cluster baru, tapi kita perlu waspada dan mengantisipasinya. 


Untuk itu dibutuhkan juga rumah isolasi khusus. Nah fasilitas ini masih sangat terbatas. Untuk itu saya berharap agar pemerintah daerah juga responsif. Setidaknya rumah dinas kosong atau bangunan yang tak terpakai bisa direnovasi sebagai rumah isolasi pengunjung yang terdeteksi terpapar covid. 


Tak terkecuali juga fasilitas kelurahan maupun pemerintah desa. Semua potensi yang ada harus kita manfaatkan semaksimal mungkin. Jangan sampai kelabakan di kemudian hari,”harapnya.(gl 02).